Category: Teknologi


GoogleHeadquarters(AFP)150Best Global Brands”, rangking tahunan yang digelar oleh konsultan brand terbesar di
dunia, Interbrand telah dirilis. 6 rangking dari top tennya diduduki oleh perusahaan-perusahaan teknologi.

Interbrand menganalisa brand-brand dari berbagai macam perusahaan di seluruh dunia dengan sejumlah kriteria untuk meghasilkan daftar brand global terbaik tiap tahunnya. Kriteria-kriterianya antara lain adalah seberapa brand itu mempengaruhi konsumen sampai tahap pembelian, kemampuan brand untuk menjaga permintaan konsumen
terus menerus, dll.

Dan dalam 10 besar dari 100 daftar terbaik ini, 6 di antaranya ialah brand-brand
yang lekat dengan teknologi. Siapa saja mereka? Dalam posisi ke-2, bercokolah vendor hardware dan software IBM. Rangking ini diikuti dengan Microsoft pada posisi 3. Kemudian ada Nokia di posisi 5, di bawahnya ada GE.

Google, raksasa mesin pencari ini ada di urutan ke-7, kemudian Intel ada di nomor 9. Yang mengejutkan, brand Apple yang laris di mana-mana ini, jauh dari daftar 10 besar. Ia ada di rangking 20, tak beda jauh posisinya dengan Sony dan Nintendo.

Berikut daftar lengkap 10 besar dari “Best Global Brands” yang dikutip detikINET
dari Telegraph, Senin (21/9/2009):

1. Coca-Cola

2. IBM

3. Microsoft

4. GE

5. Nokia

6. McDonald’s

7. Google

8. Toyota

9. Intel

10. Disney.

Advertisements

JMozilaakarta – Google Chrome kini kembali menuai kritik. Namun kali ini bukan dari Microsoft, melainkan Mozilla. Padahal sejarah mencatat bahwa hubungan antara Mozilla dan Google terkenal rukun-rukun saja.

Untuk itu Mike Shaver, selaku Vice president Mozilla Engineering menyatakan kepeduliannya terkait
“Pengguna yang menginginkan proses rendering dari Chrome, tentunya dapat menggunakan Chrome dan harus Chrome,” tulis Shaver pada blognya, seperti dikutip detikINET, Jumat (2/10/2009).

Ia menambahkan bahwa menjalankan Chrome Frame dari Internet Explorer (IE) akan membuat beberapa fitur aplikasi tidak berfungsi dengan baik. Namun ia juga setuju bahwa tujuan Chorme Frame juga menolong para pengguna IE.

Lebih lanjut lagi ia menyatakan bahwa hingga kini Chrome belum dirasa ‘membahayakan’ Firefox, selaku kompetitornya. Namun ia khawatir seandainya Google akan melakukan hal yang sama, seperti yang ia lakukan pada IE, dengan dirilisnya Chrome Frame bagi Firefox berbasis open source. Petinggi Mozilla tersebut juga percaya bahwa akan sangat mudah bagi Google, untuk mengkonversi Chrome Frame agar dapat bekerja pada Firefox.